LUASNYA MENEBAR KEBAIKAN
Dahulu ketika mendengar kata
‘menebar kebaikan’, yang terbayang dilakukan adalah kegiatan zakat, sedekah menggunakan uang, barang atau makanan. Tetapi ternyata definisi menebar kebaikan tidak sesempit itu. Menebar kebaikan kepada orang
lain dapat dilakukan dengan berbagai cara. Tergantung bagaimana kita memahami definisi
tersebut seperti apa. Seperti aku yang bisa melihat lebih luas definisi menebar
kebaikan setelah mendengar cerita temanku.
Temanku ini biasa dipanggil Intan, seorang mahasiswa yang sangat aktif mengikuti berbagai kegiatan keagamaan di berbagai organisasi. Intan juga aktif mengikuti kegiatan sosial dan mengikuti pelatihan-pelatihan
demi memenuhi kebutuhan pengetahuan agamanya.
Intan adalah tipe
orang yang sangat senang melakukan kegiatan sosial, ia senang ketika bertemu adik-adik di kegiatan sosialnya, ia juga senang ketika bias berbicang-bincang dan diskusi bersama teman-temannya.
First impression ketika melihat Intan seperti orang yang pendiam dan pemalu,
tetapi nyatanya Intan, anak yang aktif dan periang.
Tetapi dibalik periangnya ini Intan memiliki sedikit gangguan saat
ia memiliki banyak kegiatan.
Kaki Intan seringkali sakit apabila terlalu banyak digunakan untuk berjalan, entah jenis rematik atau apa
yang menyakiti kakinya. Ketika sakit itu datang, Intan terpaksa harus mengistirahatkan kakinya.
Pada hari Minggu Intan memiliki jadwal untuk mengikuti pelatihan dakwah di
sebuah organisasi yang mengharuskan ia menginap selama tiga hari dua malam, sialnya hari itu
kaki Intan sedang ingin dimanja.
Hampir sepanjang hari Intan hanya diam di kamar kostnya dan berusaha menghilangkan sakit di kakinya. Saat itu Intan sangat bimbang karena jadwal pelatihan ini sudah diagendakan dari jauh-jauh hari, tetapi ia mengingat-ingat bahwa jadwal pelatihannya ini memiliki agenda yang sangat padat. Sejak dari pagi hari Intan menimbang-nimbang apakah ia harus pergi atau memaksakan diri untuk pergi kesana.
Awalnya Intan berniat untuk mengimplementasikan ilmu dakwahnya ini di organisasi lain yang banyak berinteraksi dengan anak-anak. Karena ia tipe
yang suka menceritakan apa yang sudah ia dapatkan kepada
orang lain, sehingga bayangan awalnya ia akan dengan senang hati menceritakan apa
yang ia dapatkan kepada anak-anak. Hingga beberapa jam menuju waktu pelatihan,
Intan masih belum mengambil keputusan. Ia masih menunggu siapa tahu sakitnya sebentar lagi akan sembuh,
tetapi sampai siang hari kakinya belum kunjung sembuh. Dua jam menuju waktu kegiatan akhirnya Intan mengambil keputusan
yang sudah dipikirkannya matang-matang. Intan memutuskan untuk pergi ke pelatihan tersebut dan mengabaikan
rasa sakitnya. Ia pun segera berkemas dan mempersiapkan segala kebutuhan
yang akan dibawa ke pelatihan tersebut. Untuk sampai ke tempat pelatihan dibutuhkan waktu yang banyak, Intan harus berangkat lebih awal agar tidak terlambat. Setelah berkemas dan siap berangkat,
sebelum melangkahkan kaki Intan meyakinkan dirinya,
“Ya Allah, Intan ikut kegiatan ini benar-benar karena Allah. Intan benar-benar ingin mengabdi karena Intan belum memiliki harta
yang banyak untuk membayar zakat sendiri dan membantu orang lain. Intan juga
belum mampu untuk bersedekah banyak. Jadi ya Allah, izinkan Intan untuk menyedekahkan waktu, raga dan pengetahuan Intan”
Intan pun berangkat dengan hati
yang mantap ke tempat pelatihan.
Saat masih di perjalanan, Intan masih merasakan denyuttan di kakinya. Ia mulai khawatir kalau-kalau sakit
di kakinya semakin terasa dan akhirnya mengganggu kegiatan. Ia tidak ingin merepotkan
orang lain dan juga ingin mengikuti kegiatan dengan lancar agar semua ilmu yang diberikan saat itu dapat ia terima dengan maksimal. Saat acara dimulai, Intan
mencoba untuk mengabaikan rasa sakitnya dan fokus mengikuti kegiatan. Sesuai
prediksi, kegiatan hari itu benar-benar memiliki agenda yang padat. Setiap agenda
Intan menikmatinya dengan harapan ia mempunyai oleh-oleh ketika nanti bertemu
dengan anak-anak di organisasi sosialnya.
Atas seizin
Allah, kaki Intan yang awalnya berdenyut-denyut sejak pagi bahkan saat
diperjalanan, sakit itu tidak ia
rasakan selama kegiatan berlangsung. Bahkan sedikit rasa sakit pun tidak terasa, Intan baru sadar bahwa setiap
kegiatan yang ia ikuti tidak ada satu denyutan pun yang membuat ita meringis. Hal ini baru Intan sadari ketika kegiatan hampir selesai.
“Alhamdulillah terima kasih ya
Allah sudah izinkan Intan mengikuti kegiatan tanpa merasa sakit,
semoga Intan bisa membawa ilmu
yang Intan dapat di sini dan bermanfaat bagi adik-adik Intan yang sudah menunggu
untuk diberi tahu”
Sejak hari itu Intan yakin bahwa niat
yang baik dan tekad yang kuat dengan seizin
Allah dapat dilaksanakan. Intan juga menyadari bahwa kebaikan berbagi dapat mengalir kepada siapa saja,
baik itu pemberi kebaikan dan penerima kebaikan.
Karena setiap kebaikan
yang diniatkan dapat mengantarkan kita kepada kebaikan yang tidak akan pernah kita duga.
Dari kebaikan berbagi, Intan mendapatkan kebahagiaan lain yang tidak bisa ia
dapatkan dari hal apapun. Sepulang dari pelatihan, Intan pun siap membawa
oleh-oleh ilmu kepada adik-adik organisasi sosialnya.
Dari pengalaman Intan aku mendapatkan
pengetahuan bahwa kebaikan bisa dilakukan dengan cara apapun. Jika kita tidak
memiliki harta berlebih untuk diberikan kepada orang lain, secuil waktu, tenaga
dan pengetahuan yang dimiliki dapat diberikan kepada orang lain. Bahkan dengan
cerita pengalamannya bisa memberikan dampak baik bagi orang lain dan memberikan
motivasi untuk terus memiliki keinginan berbuat baik. Penglihatan yang luas
tentang menebar kebaikan menambah perpustakaan pengetahuanku tentang arti berbuat
baik.
"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa" http://dompetdhuafa.org/
Komentar
Posting Komentar